Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Iklan Atas Judul

Teks Pidato Berbakti Kepada Orang Tua

4 Contoh Naskah Pidato Berbakti Kepada Orang Tua


Berbakti Kepada Orang Tua

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.....

Hamdan Wa Syukron Lillah.Sholaatan wa Salaman 'ala Rosulillah..amma ba'du...

Yang terhormat segenap dewan juri
Yang saya hormati bapak Ibu Guru yang hadir pada acara ini
Hadirin Hadirat yang berbahagia
Serta teman - teman seperjuangan yang saya banggakan...
Perkenankan nama saya..............dari.......... Pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan pidato dengan tema Berbakti Kepada kedua Orang Tua atau Birrul walidain...

Hadirin semua yang dirahmati Allah...
Marilah kita senantiasa panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan nikmat sehingga pada kesempatan pagi haari ini kita dapat berkumpul dalam satu majlis dengan keadaan sehat waal afiat.
Tak lupa sholawat serta salam juga tetap tercurahkan kepada Nabi Agung Muhammad SAW, salah  satu Nabi pemimpin umat yang akan sanggup memberi Syaf'aat kepada umatnya yang taat, tidak pandang rakyat atau pejabat. Semoga kelak kita termasuk umat yang mendapat Syafaat Nya. Amin ya robbal alamin..........

Hadirin semua yang dirahmati Allah.....
Kita sebagai makhluk Allah yang paling sempurna, sudah menjadi kewajiban setiap manusia untuk menjalankan semua perintahNya dan menjauhi laranganNya. Selain itu kita harus selalu bersyukur kepada Allah atas nikmat yang diberikan kepada kita.
Kemudian islam juga mengajarkan kepada kita untuk menyayangi, mengasihi dan menghormati sesama manusia. Agar bisa terjalin kerukunan hidup antara satu dengan yang lainnya. Namun kenyataannya sekarang ini banyak kita jumpai generasi muda yang sudah tidak lagi menghormati sesama saudaranya terutama kepada kedua orang tua. Mereka tidak mau menghormati, menyayangi dan mengasihi lagi. Apalagi bila orang tua tidak memiliki harta kekayaan yang banyak, maka anaknya tidak lagi hormat bahkan menyia-nyiakannya. Karena mereka merasa sudah bisa cari uang sendiri tanpa bantuan kedua orangtuanya, Kadang - kadang mereka memperlakukan orangtuanya seperti pembantu. Dan adapula yang menitipkannya di panti jumpo.
Selain itu bahkan sekarang ini banyak kita jumpai juga seorang anak yang tega menyakiti orang tuanya sampai membunuhnya hanya lantaran persoalan yang sepele. Na'udzu billahi min dzalik....

Barangkali mereka telah lupa bahwa oang tuanyalah yang telah melahirkan dengan taruan nyawa, menyussuinya, menyuapinya, melindungi dari panas dingin dan mengasihinya dengan tulus ikhlas. Oleh karena itu kita wajib membalasnya dengan cara menyayangi, menghormati, mematuhi serta merawatnya dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Sebagaimana Firman Allah dalam surat Al isra ayat 23  yang intinya kita dilarang menyekutukan Allah dan tidak diperbolehkan berkata kasar kepada kedua orang tua.

Kemudian pada suatu hari Rosulullah di datangi oleh seorang laki - laki dengan bertanya :

Ya...Rosulullah adakah yang masih bisa saya lakukan untuk berbakti kepada orang tua saya yang sudah meninggal ?
Rosulullah lalu menjawab :
Ada, yaitu :
dengan cara mendoakannya
memintakan ampun kepada Allah
memenuhi janji mereka berdua
menyambung sanak saudaranya
Hadirin semua yang dirahmati Allah...
Marilah bersama-sama kita berdoa untuk kedua orang tua kita

 " Bissmillahirrohmanirrohim....
Allahummaghfirli waliwa lidayya warkham humma kama robbayaani shoghiiro...."



Pentingnya Menghormati Orang Tua

Assalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh
Yang saya hormati ibu guru mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia sekaligus wali kelas XI IPS 2, ibu Adzkia Syarifah, S.Pd.
Yang saya hormati ibu Aisyah Oktaviani selaku guru PPL jurusan pendidikan Bahasa dan Satra Indonesia dari Universitas Lampung
Dan rekan-rekan saya sekalian yang berbahagia

Alhamdulillahirabbil alamin, segala puji hanya milik Allah SWT yang menguasai langit dan bumi, maha pengasih, penyayang, pemberi rezeki, dan maha segala-galannya. Dialah yang memberikan kita banyak hal di dunia ini termasuk kenikmatan iman dan kesehatan yang tentu saja patut kita syukuri. Sholawat serta salam tak lupa kita sanjungkan kepada nabi Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat, dan umat beliau sampai akhir hayat.

Sebelumnya saya ingin mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada ibu Adzkia Syarifah yang telah menentukan nomor urut pertama dalam praktek penyampaian pidato di depan kelas sebagaimana yang akan saya lakukan saat ini. Terima kasih juga saya sampaikan kepada ibu Aisyah Oktaviani yang telah membantu saya dalam menyusun naskah pidato yang akan saya sampaikan saat ini.

Rekan-rekan siswa sekalian,

Makna orang tua secara istilah tak lain adalah ayah dan ibu yang mengasuh kita sejak kecil. Akan tetapi makna orang tua juga tak selamanya adalah ayah dan ibu kandung kita. Dalam beberapa kasus seorang anak yang diasuh oleh kakek atau nenek karena sebab ayah dan ibunya telah lama meninggal dunia, maka orang tua dari anak tersebut adalah kakek dan nenek. Begitu pula seorang anak yatim piatu yang diasuh oleh sepasang suami istri, maka orang tuanya adalah sepasang suami istri tersebut. Pemaknaan ‘orang tua’ secara umum juga disematkan pada siapa saja yang lebih tua dari usia kita. Pada umumya yang masih berada dalam lingkup keluarga atau kerabat. Seperti apapun makna dari ‘orang tua’ yang kita pahami saat ini, mereka adalah orang-orang yang telah berjasa dalam hidup kita. Merekalah orang-orang yang selama ini menyayangi kita. Merekalah orang-orang yang selama ini rela berkorban demi diri kita. Maka merupakan suatu kewajiban bagi kita untuk berbakti dan menghormati sampai akhir hayat mereka.

Sebagai seorang anak tentu kita harus menjalankan segala kewajiban yang harus dilakukan serta memenuhi hak-hak orang tua. Apa saja hak-hak orang tua yang mesti kita penuhi di hari tua mereka? Beberapa diantaranya adalah hak pemenuhuan kebutuhan pokok seperti sandang, pangan, dan papan. Hak-hak ini harus dipenuhi oleh seorang anak terhadap orang tuanya. Sungguh sangat ironis ketika seorang lelaki hidup bersama istri dan anak-anaknya dalam kehidupan sejahtera, akan tetapi keseharian orang tuanya berada dalam kesusahan. Tentu hal ini tidak dibenarkan. Orang tua juga berhak atas perhatian serta kasih sayang anaknya meskipun telah berkeluarga dan sangat sibuk dengan urusan pekerjaan. Dalam hal ini seorang anak dituntut untuk berlaku adil dalam memberikan hak-hak dasar bagi orang tua dan keluarga yang ia miliki.

Rekan-rekan siswa sekalian,

Pentingnya menghormati dan berbakti pada orang tua tentunya telah ditanamkan dengan kuat dalam pribadi kita masing-masing sejak kecil. Disekolah kita telah diajarkan bagaimana cara menghormati, berbakti, dan menyayangi orang tua kita. Di tempat pengajian Al-Qur’an saat kita masih kecil, kita juga diajarkan tentang tata cara birulwalidain (berbuat baik kepada orang tua). Beberapa hadist nabi juga banyak yang menyinggung soal urgensi menghormati orang tua kita. Lantas pemahaman semacam ini apakah akan luntur dari ingatan serta pemahaman kita di waktu dewasa? Tanyakan pada diri kita masing-masing seberapa sering kita mencium kening ibu dan ayah kita? Seberapa seringkah kita menyematkan nama ibu dan ayah kita dalam setiap doa-doa yang kita panjatkan? Seberapa seringkah kita memijat bahu keduanya ketika mereka kelelahan mengurusi kita sepanjang hari? Tanyakan hal-hal semacam ini pada pribadi kita masing-masing!

Saat ini kita masih duduk di bangku SMA rekan-rekan sekalian. Namun sudah banyak nilai-nilai penting yang kita tinggalkan sejak kecil berkaitan dengan pentingnya menghormati orang tua. Mungkin saja dahulu kita adalah seorang anak yang penurut. Kita dengan senang hati membantu segala pekerjaan orang tua. Kita dengan senang hati membawakan air minum ketika keduanya haus karena kelelahan bekerja untuk kita. Dahulu mungkin saja diri kita jauh lebih memiliki rasa hormat kepada mereka dibandingkan sekarang. Lalu kemana perginya pemahaman tentang nilai-nilai itu? Nilai-nilai yang menunjukkan bahwa sesungguhnya diri kita amat menghormati ayah dan ibu kita? Bahkan saat ini mungkin saja kita banyak yang telah lupa bagaimana cara mencium tangan kedua orang tua kita.

Rekan-rekan siswa sekalian,

Mari bersama-sama kita benahi segala kekurangan kita terhadap orang tua! Mari senantiasa kita gunakan kesepatan yang ada untuk berbakti kepada keduanya di sisa hidup mereka! Kita tidak pernah tahu, kapan Allah akan memanggil salah satu dari keduanya. Kita juga tidak pernah tahu kapan Yang Maha Kuasa memanggil kita. Maka dari itu, dengan deraian air mata penyesalan ini, saya mengajak rekan-rekan sekalian untuk membenahi segala tingkah laku buruk kita kepada orang tua. Saya juga mengajak kepada rekan-rekan untuk memanfaatkan waktu yang kita miliki di sisa usia mereka untuk sungguh-sungguh menghormati dan berbakti kepada orang tua!

Mungkin ini saja yang dapat saya sampaikan. Maafkan diri saya apabila terdapat kata-kata yang menyinggung dan tidak pada tempatnya. Kepada Allah saya memohon ampunan.

Wabillahitaufik walhidayah, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Demikian yang dapat saya sampaikan. Segala kekurangan tentu berasal dari diri saya pribadi. Semoga ibu guru dan rekan siswa sekalian dapat memakluminya. Sekian dan terima kasih.

Wabillahitaufik walhidayah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Hadirin semua yang dirahmati Allah....
Demikianlah yang bisa saya sampaikan, mudah - mudahan bermanfaat bagi kita dan bila ada kekeliruan kami mohon maaf yang sebesar - besarnya.

Akhirul kalam....
Wassalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh...



BERBAKTI KEPADA ORANGTUA

   Assalamuallaikum warohmatullohiwabarokaatuh,
Dewan juri yang saya hormati dan teman-teman peserta lomba yang saya cintai,
         
  Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahNya, sehingga pada hari ini kita dapat bertatapmuka dalam rangka lomba khitobah tahun 2017 tanpa halangan suatu apapun. Sholawat serta salam marilah senantiasa kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, semoga kelak kita mendapat syafaatnya di yaumil kiyamah, amin Allahuma amiin.

            Pada kesempatan yang berbahagia ini saya...... dari .........,  akan menyampaikan pidato dengan tema “berbakti kepada orangtua”

            Berbakti menjadi kewajiban utama setiap anak kepada orangtuanya yang telah berjasa sejak kita belum ada, di dalam kandungan, setelah dilahirkan, bahkan setelah kita dewasa kita masih selalu merepotkan. Sebesar apapun kebaikan yang kita lakukan untuk orangtua takkan dapat membalas jasa dan perjuangan orangtua kita dalam merawat, membesarkan dan mendidik kita.

            Sebagai wujud balas budi terhadap orangtua kita harus berbakti kepada keduanya, meskipun bakti kita takkan dapat membalas segala kebaikan orangtua tetapi hal itu akan dapat membahagiakannya, karena bakti kita kepadanya akan dapat menghibur dan menghilangkan segala kesusahan dan penderitaan saat membesarkan kita. Buatlah mereka bangga memiliki kita, anak-anaknya yang berbakti tulus padanya.

            Teman-teman yang saya cintai, mari bernyanyi bersama-sama
            Ayo hormati ibumu
            Ayo sayangi ayahmu
            Berbakti dengan tulus
            Semoga Allah meridoimu

Berbakti tidak harus dengan sesuatu yang mahal, tidak harus pula menyanjung-nyanjung orangtua. Keadaan kita yang tidak berlebihan, jangan menjadi alasan untuk tidak berbakti kepadanya. Dengan mendengarkan dan menjalankan nasehatnya, karena semua nasehat orangtua pasti yang terbaik, jika orangtua meminta kita melakukan sesuatu jangan membantahnya, jangan pula kita membentaknya. Hati orangtua sangat sakit ketika kita sebagai anaknya tidak mendengarkan apa nasehatnya, apalagi membentaknya dengan kata-kata yang kasar. Dalam surah Al Israa ayat 23 dijelaskan:
” Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”.

Seorang mubaligh sekaligus musisi dangdut, Bang Haji Rhoma Irama dalam lagunya mengatakan, letak keramat bukan di sebuah kuburan, bukan di dukun, bukan lautan tempat meminta sesuatu, tetapi tiada keramat yang ampuh di dunia, selain doa ibumu jua. Jadi jangan kita mencari-cari keramat kesana-kemari tetapi keramat yang ada di rumah kita sendiri kita tinggalkan. Begitu besar jasa dan perjuangan orangtua kepada kita sampai Allah mengabulkan setiap doa orangtua untuk anak-anaknya yang soleh/solekha dan senantiasa berbakti.

Dewan juru dan teman-teman yang saya banggakan,
Sebelum menutup pidato saya akan berpantun:
Pergi ke Mesir naik kuda
Mesir banyak unta dan sahara
Mari berbakti kepada orangtua
Jadilah anak sholeh-sholekha

Sekian pidato saya, mohon maaf segala kekhilafan, usikumwanafsibitaqualloh Wassalamuallaikum warohmatullohiwabarokaatuh.


Berbakti Kepada Oran Tua

Assalamualaikum Wr. Wb. Bismillah. Alhamdulillah, Alhamdulillahirobbil alamin, walakibatullilmutaqin, wala udwana ila ala dholimin, amaba’du.

Yang saya hormati, Bapak Ibu dewan juri. Rekan-rekan peserta lomba pidato yang berbahagia, dan hadirin sekalian yang saya hormati. Pada kesempatan ini saya akan menyampaikan pidato yang berjudul Berbakti Kepada Orang Tua atau Birul Walidain.

Ketika nabi Allah Ibrohim AS tidak diberikan keturunan oleh Allah selama berpuluh-puluh tahun. Ketika itu nabi Allah Ibrohim berdo’a, bermunajad, meminta kepada Allah. Apa do’anya Nabi Ibrohim? Ada yang tau nggak teman? Ada yang tau nggak?

Nabi Ibrohim tidak meminta kepada Allah anak yang pinter, tidak. Nabi Ibrohim tidak meminta kepada Allah anak yang kaya, tidak. Nabi Ibrohim tidak meminta kepada Allah anak yang ganteng, kaya dia, tidak. Tapia pa do’a nya Nabi Allah Ibrohim?

Robbi habli minassolihiin (Allah). Ya Allah, berikanlah kepadaku keturunan-keturunan yang soleh dan so..... Sebab kenapa Nabi Ibrohim meminta kepada Allah anak soleh dan solehah, sebab, orang kalau soleh insyaAllah pinter, orang pinter belum tentu ...

Kalau anak yang soleh dia yakin dan sadar, dia lahir dari perut ibunya, di kandungan selama 9 bulan ibunya mengandung. Ibu juga pas waktu ngandung kan beratnya masa Allah ya bu? Ada yang 9 bulan, ada yang 14 bulan, pas ketika lahir sudah kumisan. Belum lagi, pas ketika ibu nyidam, ya bu?
Nyidam ada yang kepengin megang kepala kereta.

Ini perjuangan seorang ibu, melahirkan anaknya, tergantung kita sebagai anak. Apa yang bias kita berikan untuk kedua orang tua kita? Kita selalu berdo’a meminta kepada Allah, Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku. Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku sejak kecil.

Perjuangan orang tua amat sangat luar biasa teman, SubhanAllah. Ibu kita, Subhanallah walaupun kepalanya dijadikan kaki, kakinya dijadikan kepala, demi untuk kesuksesan anaknya, lalu apa yang dapat kita berikan untuk kedua orang tua kita? Jadi anak yang so..., yang soleh.

“Ida matabnu adama inkoto'a amaluh ila min salasin: Sodaqotin jariatin, au ilmiyun tafa'u bih, auwaladin solih yad' ulah”

Salah satunya adalah anak yang soleh yang selalu mendo’akan kedua orang tuanya. Anak yang soleh dia sadar, dia selalu mendo’akan kedua orang tuanya, Bagaimana kalau kedua orang tua saya sudah tiada? Do’akan, kalau masih ada? Yuk kita bantu dengan tenaga kita! Insya ...

Kita cari ridho nya orang tua, kita cari keberkahan dari orang tua, karena kenapa? Ridhollah bi ridhol walidain, wa sukhtullah bi sukhtil ... walidain. Ridho nya Allah bergantung terhadap ridho nya orang tua dan murkanya Allah tergantung terhadap murkanya orang ... kalau orang tua kita sudah ridho, insya Allah, Allah pun ridho.

Ini kita jadi anak walaupun kita sudah rajin ibadah, hajinya bolak-balik ke Mekah, tangannya sudah dicium oleh masyarakat, akan tetapi kalau dia durhaka kepada kedua orang tua, seluruh amal ibadahnya ditolak mentah-mentah oleh Allah Subhanahuwataala.

Mudah-mudahan, kita semuanya menjadi anak yang sholeh dan sholehah, amiin ya robbal alamiin, dan kita bias membahagiakan kedua orang tua kita kelak.

Hanya ini yang dapat saya sampaikan, kurang dan lebihnya, al fakir, mohon dibukakan pintu maaf seluas-luasnya, akhirul kalam wabilahi taufik wal hidayah, wassalamualaikum Wr. Wb