Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Iklan Atas Judul

CONTOH INSTRUMEN WAWANCARA KEPALA SEKOLAH

INSTRUMEN WAWANCARA KEPALA SEKOLAH

  1. Apakah kegiatan pembinaan yang dilaksanakan kepala sekolah berhubungan dengan tugas-tugas guru di sekolah
  2. Apakah kegiatan pembinaan yang dilaksanakan ibu terjadwal dalam sebuah rencana program kepala sekolah baik untuk satu semester ataupun dalam satu tahun ajaran.
  3. Adakah faktor – faktor pendukung dan kendala- kendala yang dirasakan saat ibu melaksanakan pembinaan kepada guru
  4. Adakah manfaat yang dirasakan bapak / ibu guru dengan dilaksanakannya pembinaan oleh kepala sekolah.
  5. Bagaimana cara kepala sekolah mengadakan pembinaan di sekolah apakah secara individual, kelompok atau melalui rapat dinas 
  6. Apakah ibu sudah melaksanakan analisis sederhana atau komprehensif terhadap hasil belajar siswa dan kemampuan guru dalam proses pembelajaran
  7. Berapa kali dalam satu semester ibu melaksanakan supervise kelas?
  8. Bagaimana tahapan dalam pelaksanaan supervisi kelas yang dilaksanakan kepala sekolah
  9. Apakah kegiatan supervise kelas dilaksanakan secara dadakan atau direncanakan terlebih dahulu antara guru dan kepala sekolah
  10. Manfaat apakah yang dirasakan guru dengan dilaksanakannya supervisi kelas?


HASIL WAWANCARA

  1. Guru di sekolah haruslah bekerja sesuai dengan tupoksinya dimana guru punya kewajiban untuk mengajar, mendidik dan merubah anak ke arah yang lebih baik. Kegiatan yang biasa dilakukan berupa brainstorming tentang kesulitan yang dihadapi selama di kelas, 
  2. Kegiatan pembinaan telah dilakukan secara terjadwal bagi tiap guru dan tiap kelas , disesuaikan dengan kalender akademik .Tapi kadang juga suka dadakan tergantung masalah yang ada .
  3. Sebagai faktor pendukung , komunikasi dengan guru – guru sudah terjalin dengan baik jadi jika ada masalah seberat apapun akan menjadi ringan dan masalah yang kecil menjadi tidak ada , kalau kendala paling Cuma masalah waktu saja
  4. Manfaat pembinaan bagi guru – guru sangat besar sekali disamping sebagai pengontrol juga mengingatkan guru akan tupoksinya sehingga guru tersebut benar – benar menjadi guru yang profesional.
  5. Pembinaan yang biasa dilakukan bisa individu, kelompok maupun rapat dinas tergantung masalah yang ada. jika menyangkut individu biasa penyelesaiannya dengan brainstorming berdua apa masalah dan bagaimana penyelesaiannya , kalau menyangkut kedinasan secara umum maka penyelesaiannya bisa secara kelompok di rapat dinas.
  6. Sudah dilakukan analisis sejauh mana hasil belajar yang dicapai anakdengan melakukan kegiatan supervisi sehingga bisa dilihat bagaimana proses pembelajaran sampai hasil belajarnya bisa terlihat dan terukur.
  7. Minimal 1 kali dalam 1 semester tapi bisa juga lebih tergantung situasi dan kondisi .
  8. Tahapan supervisi yang biasa dilakukan dengan membuat perencanaan dengan membuat program supervisi , pelaksanaan dan tindak lanjut.
  9. Kegiatan supervise yang sudah dilakukan terprogram dengan baik dari mulai perencanaan, pelasanaa, dan tindak lanjut.
  10. Memotivasi guru untuk meningkatkan proses pembelajarannya dan kepala sekolah dapat mengukur keberhasilan dari prose